A Long Way to Get Her

Jumat, 11 Juni 2010

Hayaah… Akhirnya boku kembali setelah hampir seminggu tidak menyentuh internet. Yup, boku mengerjakan UAS yang konon katanya apabila dikerjakan sungguh – sungguh dan benar, maka akan menaikkan sang peserta ke level berikutnya.

Boku sudah membuat beberapa target nilai UAS. Sedikit yang tercapai, banyak yang melenceng. Nilai – nilai ini berhasil membuat boku senang sekaligus jantungan.

Marilah sejenak kita lupakan tentang itu. Speaking of which, boku membuat sebuah cerita yang tokoh – tokohnya terdiri dari temen – temen boku di Club Cooee (kalo gak tau, ke post sebelumnya ya). Cerita ini dibuat malam sebelum ujian IPA dan TIK tanggal 10 Juni kemarin, di mana boku bela – belain begadang sambil belajar IPA (yang pada akhirnya tewas mengenaskan dengan nilai segitu). Judul ceritanya ‘A Long Way to Get Her’. Nih ceritanya, Selamat membaca~~~


WARNING!
SIAPKAN MENTAL DAN FISIK ANDA, KARENA CERITA INI AKAN SANGAAAT PANJANG DAN MELELAHKAN!


(Jangan lupa komennya ya gan. Boleh di sini boleh di fb. kalo di fb ini linknya)



A Long Way to Get Her

Pada suatu masa, adalah sebuah kerajaan bernama Cooee dengan raja dan ratunya, Wa-1 dan mariana_werdhana. Rajanya ganteng dan ratunya cantik. Rakyat selalu menuruti perintah mereka karena mereka tahu setiap perintah mereka pasti dapat membuat kemajuan dalam kerajaan mereka. Semua kerajaan tahu dan segan terhadap Kerajaan Cooee.

Tetapi ada sebuah kerajaan yang tidak. Yaitu kerajaan KasKus. Hubungan 2 kerajaan ini bagaikan langit dan sumur. Mereka selalu bermusuhan. Yang menguasai kerajaan ini adalah seorang putri bernama zilcherizen. Dia tinggal di sebuah mansion besar yang sepi bersama babysitter sekaligus bodyguardnya, Sir_Lancelot. Ortunya mati karena dibunuh oleh salah seorang penjaga Raja Wa-1. Dendam itu sudah ada sejak dia masih 7 tahun.

Dia ingin membalas dendam itu. Maka dia belajar mati – matian selama bertahun - tahun lamanya. Berbagai macam ilmu yang menunjang mulusnya balas dendamnya dia pelajari. Seperti Ilmu hitam, memasak, matematika, akrobatik, sains, menyetir, karate, bahasa binatang dll.

Suatu hari, Raja Wa-1 hendak merayakan ultah istrinya yang ke30 yang masih beberapa minggu lagi. Dia pun mengirimkan undangan kepada seluruh rakyat, dan beberapa orang di luar kerajaan pun juga diundang. Sayangnya, dia tidak mengundang Zil karena kertasnya habis.

Di mansionnya, Zil marah mengeluarkan semua unek – uneknya. Dengan setia sang babysitterpun mendengarnya. Dia bahkan rela dilembari ba(n)ta(l) berkali – kali sebagai bentuk pelampiasan kemarahan nona mudanya. Setelah kemarahannya mereda, barulah dia berbicara.

“ Gimana kalo kita balas dendam saja ? ”

“ Huh. Aku belum mikirin rencananya. ” jawab Zil sekenanya. Dia membuka jendela kamarnya lebar – lebar dan berteriak – teriak ala orang sarap.

“ Gimana sih, yang mau balas dendam kok gak mikirin rencananya. ”

“ Emang kamu udah mikirin? ” tanyanya sambil menutup jendela kembali. “ Rajin amat. ”

“ Udah dong. ”

Seolah takut ada yang mendengar, sang babysitter pun membisikkan rencana jahatnya kepada sang nona muda.

“ Boleh juga tuh. Gak nyesel punya bebisiter kayak kamu. ” Zil menanggapi ide itu dengan senyuman licik tanda setuju.

“ Siapa dulu dong. ”

Mereka pun tertawa hingga kaca jendela kamar Zil pecah. Zil kembali mengamuk, babysitter aka. Cumi pun kembali menjadi pelampiasan.

“ Heh, gantiin tuh kaca! Kamu ketawanya kenceng banget sih ”

“ Kan Non duluan yang mulai! ”

2 minggu kemudian…
Pesta ulang tahun sang ratu diadakan besar – besaran. Semua diundang. Mulai dari, keluarga ratu, keluarga raja, teman – teman di luar kerajaan, keluarga menteri, sampai keluarga tukang sapu jalanan. Semuanya membawa hadiah buat sang ratu.

Semuanya berlangsung baik – baik saja hingga pesta makan malamnya. Saat sang ratu memakan pecel lele + mie ayam bakso kesukaannya, darah keluar dari mulutnya. Kemudian dia jatuh dari kursinya dan darah mengalir dari mulutnya. Semua panik. Mulai dari raja Wa-1, hingga nindyalicious sang juragan jahe dari kerajaan facebook. Kecuali 2 orang berbaju pelayan. Mereka tertawa terbahak – bahak sampai tersedak. Raja menyadari itu dan mencurigai mereka.

Entah dari mana asalnya, tiba – tiba asap tebal muncul. Semua tambah panik. Saat asapnya agak menghilang, semua melihat ada seseorang dengan topeng biru dan memakai jaket bertudung hitam yang duduk di atas kursi raja. Dan seorang lagi berdiri di dekatnya sambil nyengir, dia memakai jas yang seluruhnya putih.

“ Hmmm… seru sekali pestanya. Kok aku nggak diundang ? ”

Raja Wa-1 menyipitkan matanya untuk melihat lebih jelas. Ternyata itu zilcherizen dan babysitternya Sir_Lancelot (yang selanjutnya saya ketik sebagai Zil dan Cumi, karena saya males ngetik panjang – panjang. Eh tapi ini malah manjangin ya? Ya udah deh) dari kerajaan KasKus. Dia ingat lupa untuk mengundang mereka. Kemudian seorang pelayan, Adhitya_vhiecan, menimpali.

“ Maaf mengganggu mbak. Tapi apa mbak nggak merasa pa**** mbak basah? Kursinya baru saya cuci. ”

“ Kok gak bilang dari tadi?! Ah ya sudah aku pindah ke sini aja. ” Zil menjawab sambil duduk di atas kursi ratu.

“ Itu juga masih basah, mbak. ”

Dengan geram Zil pun pindah ke atas meja makan. Cumi dengan setia mengikuti.

“ Mbak, kan gak sop– ”

“ BERISIK! ” Zil memotong sambil mengambil sebuah apel dari meja, menyuruh Cumi mengupasnya lalu memakannya. Adhit diam seketika. “ Jadi telat nih! Bentar lagi aku les! ”

“ Zil, maaf, bukannya tidak ingin mengundangmu. Tapi… ” Raja Wa-1 mencoba meminta maaf kepada sang putri jahat.

“ Tapi apa? ” Zil menghentikan makannya sejenak.

“ … kertas undangannya habis ”

Diam memenuhi ruangan untuk sejenak. *Krik krik krik krik krik*

“ Alasan yang sangat tidak elit sekali. ” kata Zil dengan muka datar. “ Tapi bagaimanapun juga, kamu harus menerima hukuman atas kematian ortuku dan tidak mengundangnya kamu ke pesta ini! ”

Wa-1 flashback ke masa lalunya. Saat dia mengundang para raja dari seluruh kerajaan di Negeri Internet. Dengan ceroboh salah seorang pelayannya yang selesai makan pisang membuang kulitnya di jalan yang akan dilewati oleh raja dan ratu dari kerajaan KasKus. Raja KasKus pun menginjaknya, kemudian terpeleset. Ratu KasKus yang berada di belakangnya mencoba menahannya, apa daya kepalanya kepentok patung Venus de Milo yang ada di belakangnya. Patung itu pun terbelah dan bagian atasnya mengenai kepala sang raja. Mereka pun mati berdua. Sampai saat itu pelayan itu belum diketahui siapa.

“ Tapi itu bukan aku! ”

“ Seorang raja bertanggung jawab atas kelakuan rakyatnya, buka begitu? Itu yang ada di buku PKn aku. ”

“ Iya sih… ”

“ Sebagai gantinya, kamu akan kehilangan orang yang paling kamu cintai! ”

Asap muncul dari sekujur tubuh Ratu mariana_werdahana. Kemudian dia menghilang.

“ Yayaaaaaang ! ”

Raja Wa-1 beralih kepada Zil yang sudah menghabiskan apelnya. Zil hanya memasang seringai tajam.

“ Kamu kemanakan yayangku?! ”

“ Tenang saja, ” jawab Zil sambil mengambil sebuah buah (?). Kali ini buah semangka. Tapi dia tidak memakannya. “ Dia ada di mansionku. Dia tidak mati, hanya tidur untuk selama – lamanya. ”

“ Itu sama aja artinya, non. ” sahut Cumi.

“ Apalah. Nilai bahasaku kan jelek. ”

“ Kurang ajar! Kembalikan belahan jiwaku! ” kata Raja Wa-1 dengan geram. Dia mengambil sebilah pedang pajangan dari dinding. Menghunuskannya ke arah Zil dan Cumi.

“ Tidak segampang itu, ” Zil menggigit semangkanya. Tapi karena keras dia menggantinya dengan alpukat (tentunya diiris dulu). “ Temui aku di mansionku. We will have some fun there. ”

Setelah itu, Zil dan Cumi pun menghilang seiring dengan munculnya asap di sekeliling mereka. Raja Wa-1 masih diam di tempat. Kemudian dia berbalik dan memerintahkan pasukan terbaiknya, yang dikomandoi oleh seorang jendral bernama ataquincy dan dengan asistennya butwilldie, untuk pergi ke mansion si putri jahat.

“ Serahkan pada kami, boss. ” kata ataquincy. Butwilldie ngangguk – ngangguk. Semua prajurit ngangguk – ngangguk. Entah karena menyetujui, entah karena radio yang memutar Metal VS Dugem.

“ Jangan lupa bawa ini, ” Raja Wa-1 menyodorkan 2 buah hape. Satu untuk ataquincy dan satu untuk butwilldie.

“ Wow, ini kan belum jamannya hape, boss ? ” sang jendral terkagum – kagum terhadap benda yang seukuran tangannya itu.

“ Yah, tapi kan yang bikin cerita ini udah di masa depan. ” jawab Raja Wa-1 sekenanya. “ Pergilah. Doaku bersama kalian. ”

“ Hah? Siapa Doa? ” tanya salah satu prajurit. Kemudian prajurit lain melemparnya dengan bata.

Pasukan itu pun pergi untuk menyelamatkan putri. Berminggu – minggu lamanya, mereka mendaki gunung, melewati lembah, menyusuri sungai, menunggu di stasiun, hingga akhirnya mereka sampai di sebuah hutan angker yang membatasi kerajaan KasKus dangan kerajaan – kerajaan lain.

“ Kuatkan mental kalian, prajurit. Ini akan susah untuk dilewati. ” sang komandan dan asistennya menguatkan hati bawahan mereka.

Mereka pun memasuki hutan itu. Awalnya gampang – gampang saja, tapi setelah mulai memasuki tengah hutan, banyak prajurit yang hilang. Entah karena dibunuh makhluk halus, masuk pasir hisap, nyangkut di pohon, atau kecantol sama kuntilanak seksi. Tinggal sang jendral sendirian. Dia pun menggunakan apa yang disebut oleh rajanya sebagai hape untuk menghubungi rajanya tersayang.

“ Boss, prajuritnya ilang semua… ”

“ Hah, kok bisa? ” Raja Wa-1 terheran – heran.

“ Gak ta– ”

Terdengar suara tuuuuut panjang dari seberang telepon. Saat Raja Wa-1 mencoba menelepon kembali, yang menjawab malah mbak – mbak magisel (operator yang pake kekuatan magis) veronica.

Nomor yang anda tuju sedang di luar jangkauan, atau mungkin sudah dibunuh oleh monster di daerah setempat!

“ Lah, kok bisa mbak? ”

Yeee. Mana saya tahu bang!

Raja Wa-1 pun merasa kecewa. Kemudian dia mengadakan sayembara, barangnya siapa yang berhasil mengembalikan yayangnya kembali dengan selamat sejahtera makmur sentosa akan diberi hadiah sebuah lahan seluas 1 km persegi.

Banyak orang telah mencoba, tetapi gagal di tengah hutan itu. Akhirnya dengan tekad bulat bukan kotak Raja Wa-1 pun ingin menyelamatkan belahan jiwanya tersebut dengan tangan dan kakinya sendiri.

Sayangnya, Raja Wa-1 menyadari bahwa kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan Zil. Dia pun mengasingkan diri di sebuah hutan, jauh dari kerajaannya. Rakyatnya mengkhawatirkan keadaan rajanya tersebut. Di sana dia bertapa di atas sebuah batu besar hingga berbulan – bulan, sampai badannya hampir lumutan dan jenggotan serta kumisan.

Di tengah pertapaannya yang super duper panjang, 2 buah benda yang terang menghantam mukanya. Karena sakit dia pun membuka matanya. Tapi dia tidak mendapati apa – apa di hadapannya.

“ Woy apaan tuh yang kena muka ane tadi? ”

Hening sejenak, hingga keluarlah 2 orang peri dari balik pohon. Mereka terbang sambil nunduk – nunduk ke arah Raja Wa-1.

“ Maaaaaf sekali sudah mengganggu konsentrasi Paduka Prabu Kaisar Sultan The King Yang Mulia Raja Wa-1. ” ujar 2 peri itu berbarengan.

“ Yeee… wong tapanya udah selese juga. ”

“ Oooh. ”

“ By the way bolehkan kami tau apa alasan Paduka Prabu Kaisar Sultan The King Yang Mulia Raja Wa-1 untuk bertapa di sini ? ”

Kemudian Raja Wa-1 menceritakan segalanya.

“ Oooh… jadi yayang Paduka Prabu Kaisar Sultan The King Yang Mulia Raja Wa-1 diculik sama putri kerajaan KasKus ? ”tanya seorang peri.

“ Bener itu. Panggil aku Raja Wa-1 aja, yang tadi kepanjangan… ” jawab Raja Wa-1.

“ Jika itu permintaan dari Paduka Prabu Kaisar Sultan The King Yang Mulia Raja Wa-1, kami akan mengabulkannya. ” ujar kedua peri tersebut.

“ Saya bingung, saya harus ngapain ya ? Masalahnya si Zil masih kecil, saya juga salah sih sama dia, tapi dia juga yang nyulik yayangku. Gimana dong ? ”

Kedua peri tersebut berbisik – bisik tetangga untuk sejenak, kemudian mereka mengeluarkan sebuah bola kristal segede kelereng, dan menerawang sesuatu.

“ Paduka Prabu Kaisar Sultan The Queen Yang Mulia Ratu mariana_werdhana sebenarnya tidak mati, dia hanya tertidur. Dan untuk menghidupkannya, Anda harus membunuh Tuan Putri Zil. ” sahut kedua peri itu.

“ Hah? ” Raja Wa-1 mengorek kupingnya. “ Ada cotton bud gak? Saya gak salah denger kan? ”

“ Nggak kok. Kuping Raja Wa-1 masih sehat wal afiat. Mengenai alasannya mengapa, kami gak bisa kasih tau. Yang bisa ngasih tau Cuma Tuan Putri Zil. ”

“ Lah, kenapa? ”

“ Isi hati Tuan Putri Zil terlalu gelap untuk dilihat. Maka dari itu kami nggak bisa menembusnya.” Ujar salah seorang peri.

“ Untuk mengalahkannya, Raja Wa-1 harus belajar ilmu sihir minimal selama sepuluh tahun. Karena Tuan Putri Zil seratus kali lebih kuat, jahat dan, pintar dari Anda yang sekarang. ”

“ Wah, lama sekali. Ya sudah. Kalo itu buat yayangku, apapun akan kulakukan. ” kata Raja Wa-1. “ Tapi saya belum tau kalian. Boleh saya tau? ”

Masing – masing peri menyerahkan kartu namanya.

“ Saya Nymph_Serenita, panggil aja Sere ” kata peri berdress merah.

“ Saya Super_Nouva, panggilannya Va. ” kata peri berdress biru.

Selama sepuluh tahun lamanya Raja Wa-1 belajar ilmu sihir dari Sere dan Va. Selama itu pula rakyatnya menunggu kepulangan rajanya. Dan selama itu pula belahan hatinya tertidur di mansion sang putri jahat. Akhirnya setelah benar – benar menguasai ilmu sihir beserta tambahan – tambahannya, dia pun berterimakasih kepada 2 peri itu dan memberikannya hadiah 2 buah laptop. Dia melanjutkan kembali perjalanannya menuju mansion Zil.

Sampailah dia di hutan yang telah menelan ribuan nyawa tersebut. Dengan gagah berani dia melangkahkan kakinya, berjalan menyusuri hutan angker itu. Dia melawan semua rintangan, mulai dari ular jadi – jadian, monster bermata 3, ular jadi – jadian, ular jadi – jadian (eh udah 3 kali disebutin ya?), pokoknya semua yang jadi – jadian sampai cewek jadi – jadian alias bencong. Raja Wa-1 pun sampai di pintu gerbang kerajaan KasKus. Dia memencet bel dan keluarlah sang penjaga pintu gerbang.

“ Agan gak boleh masuk kecuali agan bisa bahasa peri! ”

Akhirnya Raja Wa-1 menunjukkan kebolehannya berbahasa peri. Bukan hanya itu, dia bisa berbahasa bintanag, Inggris, dan Betawi. Sang penjaga gerbang mempersilahkannya masuk.

“ Mansionnya si Zil mana ya ? ” tanya Raja Wa-1. Mata sang penjaga pun membelalak.

“ Kamu tidak boleh memanggilnya dengan namanya saja! Kamu harus memanggilnya Yang Mulia Tuan Putri Zilcherizen! Sekarang rasakan akibatnya! ”

Seluruh prajurit kerajaan KasKus pun keluar untuk memusnahkan Raja Wa-1. Tetapi apa daya dia lebih kuat dari Samson kali 10 dan lebih pintar dari Einstein kali 10. Karena tidak ada yang menunjuki jalan menuju mansion Zil, akhirnya dia mencarinya sendiri.

Akhirnya dia tiba di sebuah mansion super besar berwarna putih dengan taman yang asri namun dipenuhi pohon beringin. Dia pun berjalan menyusuri satu – persatu kamar yang banyak untuk mencari yayangnya.

“ Hahaha, datang juga kamu. ”

Sebuah suara tak jelas asalnya menyambutnya. Lalu dari belakangnya terdengar langkah kaki. Raja Wa-1 menoleh. Itu Zil dan Cumi. Zil jadi setinggi dirinya dan langsing dan Cumi kelihatan lebih kekar.

“ Sudah 10 tahun aku menunggumu untuk mengalahkanku, ” Zil tersenyum penuh kejahatan. “ Kita lihat sejauh mana kamu mampu bertahan. ”

Zil melepas jubahnya lalu menyerahkannya kepada Cumi. Dia mengenakan kaos singlet berwarna hitam pekat. “ Kita akan bertanding, 3 ronde. ”

“ Ronde pertama, tinju. ” kata Zil. Seketika itu pula lingkungannya berubah menjadi arena tinju. Lengkap dengan juri dan penontonnya. Raja Wa-1 pun melepas jubahnya lalu memakai sarung tinjunya. “ Kita bertarung tanpa kekuatan sihir di sini. Perlu diingat, Cuma 1 ronde. ”

Raja Wa-1 menyetujuinya. Dia mengambil ancang – ancang dan begitu disuruh mulai, dia langsung menyerang Zil. Zil tampak sangat tenang sampai kira – kira Raja Wa-1 50 cm di depannya, dia menunduk lalu ngesot melewati kedua kaki Raja Wa-1. Dengan kecepatan penuh, dia meninju Raja Wa-1 hingga keluar arena. Musuhnya itu pun kalah telak.

“ Ronde kedua, Ujian Akhir Sekolah! ” kata Zil. Suasana arena tinju pun berubah menjadi suasana kelas. Dalam sekejap mata Zil sudah mengenakan baju sekolah ala anak Jepang. Begitu pun Raja Wa-1.

“ Kamu sudah 24 tahun, tapi masih Ujian Akhir Sekolah ? ” ejek Raja Wa-1 sambil duduk di sebuah kursi.

“ FYI, ini tuh SMP! Sekolah Menjadi Paranormal, bukan Sekolah Mencari Pacar (?)! Lama tau lulusnya! ” jawab Zil dengan mata berapi – api dan tangan terkepal. Dia mengeluarkan sebuah headband bertulisan ‘Ganbatte Kudasai’ lalu memakainya dengan penuh semangat. Kemudian dia duduk di sebuah kursi paling depan di dekat papan tulis.

Dengan Cumi sebagai pengawasnya, ujian pun dimulai.

“ Jangan nyontek ya, adek – adek. ” Kata Cumi

“ Ngapain saya nyontek ke anak seperti dia ? ” kata Raja Wa-1.

“ Aku juga gak sudi nyontek ke dia! ” Zil tak mau kalah.

Akhirnya ujian pun dimulai. Kelas begitu hening. Keringat dingin sebesar kelereng keluar dari pelipis Raja Wa-1.
Aku tidak mau kalah dari anak ini!

Sementara Zil begitu santai. Sesekali Cumi bermain game PSP. Setelah ujian selesai, jawaban pun dikumpulkan dan langsung dinilai. Zil mendapat 98 sementara Raja Wa-1 mendapat 100 juga.

“ Hasilnya seri, ” ujar Cumi sambil menyerahkan jubah nona mudanya kepadanya lalu memakaikannya.

“ Ronde ketiga, Sihir! ”

Ini dia ronde yang kutunggu! Maaf aku akan mengakhiri hidupmu, Zil! Tapi aku harus!

Raja Wa-1 memakai jubahnya kembali. Dengan semangat tempur yang meluap – luap, dia bertekad untuk mengalahkan yayangnya. Tapi ada kilatan mata yang mengisyaratkan bahwa Zil ingin mati. Tapi setelah itu hilang begitu saja, digantikan dengan rasa ingin menang yang kuat.

Pertarungan pun dimulai. Raja Wa-1 menunjukkan kebolehannya dalam menyihir, tapi dia selalu kewalahan dengan sihir – sihir Zil yang sederhana semacam kulit pisang, buaya, gambar – gambar lucu dan lain sebagainya. Walaupun sederhana semuanya diletakkan dalam waktu yang tepat, sehingga berhasil membuat Raja Wa-1 kewalahan.

“ Ini yang terakhir! ” Zil berteriak saat Raja Wa-1 sudah terjatuh dan tak punya harapan lagi.

Raja Wa-1 pun menutup matanya. Dia mengingat semua kenangan bersama yayangnya. Aaah… Aku begitu menyayanginya. Aku harus mendapatkannya kembali.

Entah dari mana, Raja Wa-1 bangkit kembali. Kemudian mengeluarkan semacam perisai super kuat. Zil mengenainya dan terpental. Cumi berlari dan menjadi bantalan untuknya. Cumi merasakan sesuatu yang hangat menempel di jas dan celananya. Nona mudanya mengeluarkan banyak darah, tetapi dia melengkungkan sebuah senyum.

“ Aaah… sedikit lagi… ” katanya, terbata – bata. Dia menoleh ke arah Raja Wa-1. “Hei, bunuhlah aku… ”

“ Tidak bisakah aku menyelamatkan yayangku tanpa membunuhmu? Aku tak mau melakukannya. ” jawabnya.

“ Tidak, ” kata Zil terbatuk – batuk, lalu mengeluarkan darah dari mulutnya. “ Jiwa yayangmu aku pegang. Tak akan kembali kecuali kamu bunuh aku. Dan kamu tau alasan lain kenapa aku mau mati? ”

Zil mengumpulkan sisa – sisa kekuatannya. Kemudian melanjutkan kata – katanya disertai air mata. “ Aku mau ketemu ortuku. Sudah 17 tahun lamanya aku tidak melihat dan menyentuh mereka. Aku kangen mereka. Sebenarnya aku menculik yayangmu karena aku mau seperti dongeng jaman dulu, di mana pangeran datang menyelamatkan putrinya, lalu membunuh naga yang menculik putrinya itu. Aku tidak tahan lagi… ”

“ Kamu terlalu percaya dongeng, ” jawab Raja Wa-1.

“ Sudahlah, ” kata Zil. “ Itu memang jalan hidupku. Sekarang bunuh saja aku. Aku mau cepat – cepat pergi. Nanti kalo aku mati, kamu akan mendapatkan seluruh isi kerajaan KasKus, juga babysitterku. ”

“ Jika itu maumu, ” Raja Wa-1 mendekat, lalu menusuk Zil. “ Akan kukabulkan. ”

Zil mati dengan senyum lebar di wajahnya.

Tiba – tiba cahaya putih keluar dari jantungnya, lalu melesat cepat menuju sebuah kamar. Raja Wa-1 mengikuti arah cahaya itu. Dia memasuki sebuah ruangan dengan nuansa biru yang begitu kental, dan mendapati yayangnya yaitu ratu dari kerajaan Cooee baru bangun dari tidurnya.

“ Yang, aku di mana? ”

“ Kamu tidak di mana – mana. ” kata Raja Wa-1. Setelah itu mereka pun pulang ke kerajaannya, lalu menggabungkan kerajaan KasKus dengan Kerajaan Cooee. Mereka pun hidup berbahagia selamanya.

Gimana menurut agan - agan sekalian? hehehe

0 komentar: