Imagine

Jumat, 05 Februari 2010

Akhir - akhir ini, boku punya hobi baru : berimajinasi. Setiap saat, setiap tempat, setiap kali memungkinkan. Apa pun yang melintas di hadapan boku boku khayalin. Oke, akan boku kasih satu hasil imajinasi boku ya.


( Oh iya, pihak kurang beruntung yang boku khayalin punya blog! Nih )

Di sebuah kawasan elit di Jakarta, di mana anak - anaknya ada yang maho, suka ngelempar bata, makan cendol, dan lain - lain, hiduplah seorang anak cewek berumur 13 tahun. Tinggi 156, berat 38000 gram, dan bisa dibilang postur pas - pasan. Sekilas, dia kelihatan kayak anak culun. Sangat gampang dikicepin. BerIQ sangat tinggi. Tampang pasrah kepada keadaan. Tapi, when the day left and the night almost high...

She turned into DJ Gal! *werewolf* Dia bakal jadi sehebat DJ Tiesto karena memang dia jadi muridnya. Dia bisa masuk ke klub mana saja tanpa harus nunjukin KTP. Setiap kali ngeDJ di sebuah klub, orang - orang sekitar situ berebut masuk. Dia bisa bikin orang joget nonstop. Gajinya kalo sejam ngeDJ $20000.

Biar begitu, dia tetap jadi orang sederhana. Dia tinggal di sebuah apartemen. Tapi bukan apartemen biasa. Gedungnya 20 lantai, kamar - kamarnya dilengkapi home theatre, brankas kecil, dll. Fasilitasnya ada wireless di seluruh lantai, kolam renang, lapangan badminton, transportasi gratis ke sekolah - sekolah, hall luas, langsung menghadap ke gunung dan masih banyak lagi. Seminggunya $200, jumlah yang cukup murah untuk dibayar seorang DJ kaya seperti dia. Sebagian besar penghuninya suka buka kaskus. Akibatnya dia jadi ikut - ikutan suka buka kaskus. Awalnya dia suka buka - buka di warnet sebelah apartemen. Tapi dia bosen soalnya sebagian besar pengunjung warnetnya orang anak - anak kampung yang alay - alay. Akhitnya dia pun membeli sebuah laptop baru. Untuk memuaskan kebutuhan ngaskusnya.

Beberapa bulan kemudian, dia dipanggil oleh mahagurunya, DJ Tiesto, untuk diajarkan ilmu ngeDJ yang baru. Dia pun segera membeli modem baru, agar tetap bisa ngaskus. Sesampainya di negeri si mahagurunya, dia pun menunjukan situs asli indonesia itu kepadanya.

" Guru, ini adalah situs yang selalu hamba saya buka. Namanya kaskus. Saya mohon Guru membukanya."

Akhirnya sang DJ pun membuka situs itu. Dia pun sedikit demi sedikit belajar bahasa Indonesia, lalu mulai mencintai negeri ini. Tak lupa dia membuka blog muridnya tersebut.

Akhirnya, atas ajakan muridnya itu pun DJ Tiesto tinggal di Indonesia.

Anak Kampung? Memang!

Rabu, 03 Februari 2010

Hari ini hari Rabu. Boku mengalami stress yang luar biasa. In order to decrease the amount of that (bahasanya udah kayak apaan aja), boku mencoba buat jadi anak pendiam selama seharian penuh.


Serius? Yeah, I'm not wrong, and your eyes are still healthy. You read no wrong.

Tapi rencana aku jadi anak pendiam seharian gagal gara - gara pas boku makan siang temen boku marah gara - gara boku kacangin. Halaaaaaahhh!!!

Dan, boku dihukum sama guru agama boku buat nulis rangkuman pelajaran tentang adab berkendaraan gara - gara boku nggak bawa buku agama. Oke, bertambahlah sudah kekesalan boku. Akhirnya sepanjang pelajaran agama boku berada di PSB bersama 4 orang lain yang nggak bawa buku juga.

Akhirnya, sampailah boku selesat waktu dimana boku akan diajar oleh seseorang bernama S********. Ah! Kalo pelajaran komputer sih, apa sih yang aku gak bisa!? *sombong*

Tapi, hari ini lain.

Setelah S******** ngomong panjang lebar kali tinggi, barulah dia ngomong begini :

" Anak - anak, kali ini kita akan belajar membuat situs pribadi. "

Alah, itu juga ada blog, nggak keurus! Dihack lagi. Bleh.

Tapi, tunggu... offline? YA BOSEN LAH LIATNYA ITU - ITU TERUS.

Ah, ya udah deh. Ikut aja.

Jadi disuruh bikin 4 page. Halaman Utama, Tentang, Tulisan, sama Background. Nah, yang Tentangnya itu boleh diisi tentang kita. Boleh beneran dan boleh bohongan. Nah, sebagai anak yang imajinasinya terlalu tinggi, saya langsung memilih yang kedua dong. Dengan speed yang amat sangat terlalu cepat, boku langsung mengkhayal tentang Agen Nadya dan Agen Nabila tanpa ba bi bu.

" Hapus ah! " Agen Nadya ngelak.

" Nggak, makasih deh! " boku mengacuhkan Agen Nadya. Masih dalam khayalan bahwa dia adalah agen yang ditugaskan dari CIA dan FBI untuk meneliti kehidupan anak SMP ingusan seperti boku, boku terus menulis.

" Mecca... " Agen Nabila nyaut. Berusaha mengalihkan perhatian boku. Tapi tentu boku tidak beralih dong.

" Apa?! " boku masih bergeming. Tenggelam tentang khayalan boku tentang kekayaan Agen Nabila yang bisa beli apartemen 800 lantai yang ada kolam renang di setiap lantainya *hiperbola*.

" Eh ini udah selese nih. Kita tinggal ya? "

Boku langsung ngesave webpage boku, habis itu pergi balik ke kelas.

Setelah making-webpage-thingy itu selesai, pembinaan bahasa inggris pun dimulai. Mr. Harry ngulang pelajaran Pak Kis dengan sepenuh hati. Tapi sebelum dimulai...

" We have 40 minutes to learn and 45 minutes to play game. "

Tceaaaah!

Yey. Dengan sepenuh hati boku mengikuti pembinaan *sebenarnya malah nggambar sih* sampai selesai. Dan akhirnya Mr. Harry pun membuka sebuah game yaitu : CHICKTIONARY. Yaaay!

Nah, pulangnya, hati boku agak senang. Boku buka - buka laptop boku, lalu mencoba menginstall Megurine Luka kesayangan boku (yang sampai kemaren belum bisa diinstall.) Dan ternyata berhasil! Boku pun mencoba - coba dia yang asli merdu banget. Ratusan kata udah dicoba, tapi Luka masih diem aja! Lalu dengan penuh kemarahan boku menulis hentai sama phonetic codenya. Eh, ternyata dia baru mau ngomong. Apa jangan - jangan dia emang suka ngomong jorok ya? *ditabok*

Eniwei, setelah itu boku dengan bangganya SMS Agen Nabila untuk memberitahukan berita (kurang) bahagia ini.

Nab, percaya nggak aku bisa bikin Luka ngomong hentai? HAHAHAHAHA

Tak lama kemudian balasan datang.

Percaya aja tuh.

Then I realized something.

Aku memang anak KAMPUNGAN!