Sensei ?!

Sabtu, 30 Januari 2010

Still in the same night, I try to write something...


Beberapa hari yang lalu, boku pergi 3 hari ke Cigombong. Jadi santri cuma selama kurang dari 72 jam. Great.

Nah, saat ke pesantren itu, anak - anak di kelas 8 sekolah boku disatuin sama anak - anak kelas 8 dari sekolah di Cianjur. Habis disatuin dipecah lagi jadi beberapa kelompok. Boku kebagian sama seorang anak yang, uhm, untuk melindungi identitasnya, kita panggil dia dengan K saja ya...

K ini anak yang energik. Kalo dilihat, dia itu kayak cerminannya boku. Aku yang nyata, dia jadi bayangannya, soalnya dia ngikutin boku terus. Nah, si K ini punya temen bernama (lagi - lagi demi menjaga identitas) S. Dia juga mirip boku lho~. Dia suka makan banyak. Tapi bedanya sama boku badan boku tetep bisa kelihatan atletis, sementara dia... Ehem, agak berisi.

Tapi bukan itu yang akan saya bicarakan, Saudara - saudara sekalian.

Di kelompok boku, ketuanya adalah K. Sebagai sebuah kelompok kita diwajibkan bikin sebuah yel semangat. Sayangnya kelompok boku ini terlalu malas untuk hal remeh seperti itu. Jadilah boku sendirian yang nyusun.

' Watashitachi wa 4 Gurupu desu '

" Itu artinya apa? " temen sekelas boku, R, nanya.

" Kita grup 4. "

" Trus kenapa? "

Diem.

Boku nggak tau, di balik peristiwa naas itu ada sepasang mata yang menatap boku dengan terkagum - kagum karena kepintaran keidiotan boku.

Keesokan harinya...

" Mecca, temenku yang namanya T manggil kamu Sensei lho! Aku cerita ke dia kalo kamu bisa bahasa Jepang. " S bilang dengan berapi - api, bawa - bawa kompor dinyalain sih.

" Se, sensei !? "

" Iya, sensei! "

Boku membeku beberapa saat.

APA YANG BARU SAJA SAYA DENGAR!? SAYA DIPANGGIL SENSEI OLEH SESEORANG!? BAHKAN SAYA BELUM PERNAH NGAJAR APA - APA SEKALIPUN!

Oke, calm down...

" Mana anaknya? " Boku mencoba memecahkan misteri siapa-yang-manggil-saya-sensei ini.

" Dia nggak bisa sekarang, nanti aja deh. " S pun berlalu. Boku masih membeku.

Hmmm. Kegiatan selanjutnya : Hiking.

Sebagai anak paling pemberani di kelompok saya sendiri *halah, pipis aja minta ditemenin*, boku mengikuti hiking dengan sepenuh hati. Tanjakan boku lewati, turunan boku nggelinding. Ya enggak lah. Intinya, naik turun lah jalannya. Saat berjalan di jalanan sepanjang sawah nan licin, S datang dengan menggandeng seseorang.

" Mecca, ini lho yang manggil kamu sensei, si T! " S nunjuk T.

" Hai sensei, " kata si T.

Saat itu, boku hampir aja nabrak temen boku yang di depan.

0 komentar: